Kamis, 27 Desember 2012

MODEL PSB DI SMK N 1 LEMPUING JAYA


Hakekat Pusat Sumber Belajar
     Menurut AECT dalam Purwanto (2005:188) sumber belajar adalah meliputi semua sumber (baik berupa data, orang, atau benda) yang dapat digunakan untuk memberi fasilitas (kemudahan) belajar bagi peserta didik. Sedangkan menurut Percival dan Ellington (1984:124) sumber belajar merupakan a system, set of materials or situation that is deliberately created or set up in order to enable an individual student to learn. Menurut Hamalik dalam Trimo (2008) menyatakan bahwa sumber belajar adalah semua sumber yang dapat dipakai oleh siswa, baik sendiri-sendiri atau bersama-sama dengan siswa lainnya, untuk memudahkan belajar. 
Dari beberapa pengertian sumber belajar di atas, dapat disimpulkan bahwa sumber belajar adalah segala sesuatu meliputi potensi, pengalaman, tempat atau lingkungan sekitar, benda, dan orang yang mengandung informasi yang dapat dimanfaatkan guru maupun siswa dalam memudahkan proses belajar.

Kamis, 13 Desember 2012

KURIKULUM SMP

Berdasarkan Undang-Undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 17 (2) bahwa SMP termasuk dalam jenjang pendidikan dasar. Kemudian dalam pasal 37 (1) disebutkan “kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: 
a. Pendidikan agama; 
b. pendidikan kewarganegaraan; 
c. bahasa; 
d. matematika; 
e. ilmu pengetahuan alam; 
f. ilmu pengetahuan sosial; 
g. seni dan budaya; 
h. pendidikan jasmani dan olahraga; 
i. keterampilan/kejuruan; dan 
j. muatan lokal 

Dalam PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 6 (1) disebutkan

Rabu, 28 November 2012

CETAR TEPE PAGI A

Pelatihan Pengembangan Media Interaktif di PUSTEKKOM Ciputat, Tanggerang Selatan

Senin, 26 November 2012

TP A....CetarAlways

Foto-foto ini diambil pada saat kami mahasiswa Teknologi Pendidikan kelas Reguler Pagi A angkatan 2011 mengikuti pelatihan Pengembangan Multimedia Interaktif di PUSTEKKOM Ciputat Tanggerang Selatan :D


Kamis, 22 November 2012

Model-Model Pengembangan Kurikulum

1. Pengertian Model Pengembangan Kurikulum
Menurut Good dan Travers dalam Sanjaya (2010:82), model adalah abstraksi dunia nyata atau representasi peristiwa kompleks atau sistem, dalam bentuk naratif, matematis, grafis, serta lambang-lambang lainnya. Menurut Arifin (2012:137), model atau konstruksi merupakan ulasan teoritis tentang suatu konsepsi dasar. Sedangkan pengembangan kurikulum menurut Sukmadinata (2012:31) adalah proses penyusunan rencana tentang isi dan bahan pelajaran yang harus dipelajari serta bagaimana cara mempelajarinya. Berdasarkan pengertian model dan pengembangan kurikulum di atas dapat disimpulkan bahwa Model pengembangan kurikulum adalah ulasan teoritis dalam bentuk naratif, matematis, grafis, serta lambang-lambang dalam penyusunan kurikulum yang baru ataupun penyempurnaan kurikulum yang telah ada yang memberikan relevansi pada masa mendatang.

2. Model-Model Pengembangan Kurikulum 
Banyak model yang dapat digunakan dalam pengembangan kurikulum. Setiap model memiliki kekhasan tertentu baik dilihat dari keluasan pengembangan kurikulumnya maupun dilihat dari tahapan pengembangannya. Pemilihan suaatu model pengembangan kurikulum bukan saja didasarkan atas kelebihan dan kebaikan-kebaikannya serta kemungkinan pencaiapai hasil yang optimal, tetapi juga perlu disesuaikan dengan sistem pendidikan dan sistem pengelolaan pendidikan yang dianut serta model konsep pendidikan mana yang digunakan. 
Zais dalam Arifin (2012:137) mengemukakan delapan model pengembangan kurikulum, yaitu: 
1. The Administrative (Line –Staff) Model 
2. The Grass-Roots Model 
3. The Demostration Model 
4. Beauchamp’s System Model 
5. Taba’s Inverted Model 
6. Roger’s Interpersonal Relations Model 
7. The Systematic Action-Research Model 
8. Emerging Technical Model 

1) The Administrative (Line –Staff) Model 
Model pengembangan kurikulum ini merupakan model