Jumat, 25 Mei 2012

SWOT


PENDAHULUAN

1.    Latar Belakang
         Permasalahan yang dihadapi pemerintah di bidang pendidikan yaitu untuk mengantisipasi era globalisasi. Pendidikan dituntut dapat mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten agar mampu bersaing di era globalisasi. Untuk memenuhi hal tersebut diperlukan lulusan yang unggul (kompetitif) sehingga dapat eksis di dunia global. Agar pendidikan nasional memiliki  lulusan yang kompetitif maka pendidikan harus mempunyai manajemen yang berkualitas, baik  dalam hal efektivitas dan efisiensinya harus merupakan proses kearah peningkatan mutu pendidikan. Banyak hal yang telah dilakukan pemerintah dalam rangka mengatasi permasalahan mutu pendidikan sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.           Salah satu ciri sekolah yang bermutu adalah dapat merespon kepercayaan masyarakat. Artinya, pihak sekolah mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi putra-putri mereka sehingga menghasilkan anak-anak yang bermutu dalam segala hal. Mengingat perkembangan IPTEK yang sangat pesat serta era globalisasi di depan mata maka tujuan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan masyarakat menjadi suatu keharusan. Karena itulah, pihak sekolah perlu melakukan pembenahan-pembenahan dalam hal sumber daya manusia yang profesional, manajemen yang handal, kegiatan belajar-mengajar yang berkualitas, adanya akses terhadap lembaga pendidikan tinggi baik dalam maupun luar negeri, serta ketersediaan sarana-prasana yang setaraf dengan pendidikan bertaraf internasional. Tantangan yang semakin ketat dalam dunia pendidikan, khususnya bagi para pelaksana perencanaan dan manajemen, pengambil kebijakan pendidikan, dalam hal ini pemerintah, harus memiliki alat evaluasi untuk mengetahui sejauh mana pembangunan pendidikan terutama kinerja layanan pendidikan bagi masyarakat dapat tercapai secara optimal. Salah satu strategi manajerial yang dikembangkan untuk menjamin sebuah organisasi (sekolah) memiliki daya tahan dan daya hidup dari masa sekarang dan berkelajutan sampai masa yang akan datang yaitu dengan melakukan analisis SWOT.
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah :

Selasa, 01 Mei 2012

Sebaik Budi Pekerti

Judul di atas adalah salah satu subjudul yang terdapat pada buku "Membumikan Matematika" buah pikiran Budi Manfaat. Buku ini tak sengaja kutemukan di atas meja perpustakaan Pascasarjana UNSRI saat aku dengan malas-malasan mencari buku statistika. Kubaca sepintas dan hmmmm sepertinya menarik, jadi aku putuskan untuk meminjamnya. Hal yang paling menarik adalah pada subbab Sebaik Budi Pekerti. Berikut Isi subbab ini tentu dipoles dengan bahasa saya sendiri. Selamat membaca dan semoga bermanfaat :)

""Disadari atau tidak, matematika ternyata juga mengajarkan sifat-sifat mulia, diantaranya adalah konsisten (istiqomah), jujur (siddiq), dapat dipercaya (amanah), dan kreatif.
1. Konsisten (Istiqomah)

Kalah di Lapangan Menang di Jiwa


Dramatis, sepertinya kata ini sangat tepat untuk menggambarkan semifinal liga champion 2011/2012 ini. Dari 4 tim yang ada 2 dari Spanyol, satu dari Inggris, dan satu dari Jerman. Berdasarkan teori peluang sebenarnya tim Spanyol lebih besar peluangnya tuk masuk final, yaitu 1/2 sedangkan Inggris yang diwakili Chelsea dan Jerman yang diwakili Munchen masing2 berpeluang 1/4. Tapi ternyata teori peluang tak berdaya di sini karena yang masuk final ternyata Chelsea dan Munchen. Sebernarnya aku memprediksi, lebih tepatnya mengharap, Barcelona dan Munchen yang akan menggemparkan Allianz Arena di final, tapi tak dinyana Barca terhempas di kandang dengan sangat memalukan, ditahan imbang Chelsea 2-2  yang hanya bermain dengan 10 pemain dan berdasarkan statistik tak lebih dari 5 kali Chelsea melakukan shooting ke gawang Barca. Rekan senegara Barca sekaligus rival abadinya, Real Madrid harus tersingkir dengan tak kalah dramatis, setelah 3 pemainnya gagal menyarangkan bola di gawang Munchen pada babak adu penalti. Tapi hal pokok yang ingin saya sampaikan di sini bukan masalah siapa yang menang atau berapa gol yang tercipta, tapi bagaimana kedua tim yang kalah menghadapi kekalahan itu. Aku yakin semua orang sepakat jika aku mengatakan kalau kegagalan Barca menembus final adalah kegagalan yang sangat memalukan dan memilukan. Hampir semua pemain Barca menangis, tapi salute to Barcelona, karena di tengah deraian air mata, mereka mampu bersalaman dan bahkan berpelukan dengan para pemain Chelsea serta memberikan applause tuk keberhasilan Chelsea. Begitu juga yang dilakukan sang pelatih, Pep berpelukan dengan Di Mateo. Padahal semua orang yang menonton pasti menyaksikan betapa bentrokan2 terjadi saat pertandingan berlangsung.Pemandangan serupa tak terlihat di Barnabeu saat Madrid tersingkir. Sang pelatih, Mourinho langsung "ngonyor" meninggalkan lapangan sesaat setelah dipastikan mereka gagal. Begitupun para pemain, hampir atau bahkan tak ada yang bersalaman, Madrid larut dengan kesedihannya dan Munchen gempita dengan keberhasilannya. Ckckkck....memang berat memberi selamat orang yang mengalahkan kita,,,dan tidak mudah menghargai perasaan orang yang telah kita kalahkan....hmmmmmmm

Salute to Chelsea and Barcelona 

Kamis, 26 April 2012

Pendidikan Anak Usia Dini di Selandia Baru


Ruang lingkup pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini meliputi:
1.      Centre Based ECE Services ( Layanan ECE/PAUD Terpusat)
Layanan ECE Terpusat didefinisikan sebagai layanan PAUD yang beroperasi dari lokasi tertentu dilisensikan sesuai dengan UU Pendidikan 1989 dengan Peraturan Pendidikan Layanan Anak Usia Dini tahun 2008. Dalam hal ini kecuali Layanan yang menyediakan pendidikan berbasis rumah sakit akan memiliki kriteria sendiri. Layanan ECE/PAUD Terpusat ini memiliki berbagai kegiatan yang berbeda struktur, filosofi dan afiliasinya, juga dikenal dengan nama yang berbeda, seperti playcentres/pusat bermain, early learning centres/ pusat pembelajaran usia dini, montessori, pusat penitipan anak, TK, tempat penitipan anak, nga Kohanga Reo (pendidikan untuk Maori), pra sekolah a’oga Amata, dll)
2.      Nga Kohanga Reo
Merupakan layanan pendidikan usia dini diperuntukkan Mokopuna (anak muda) yang berada dalam whanau Maori (keluarga Maori) yang berusia dari lahir sampai 6 tahun.
3.      Home Based Services ( Layanan ECE berbasis rumah)
Merupakan layanan pendidikan usia dini yang memberikan pelayanan dan pendidikan di rumah pribadi, dan pemerintah memberikan subsidi bagi yang bersedia menyelenggarakan layanan ini. Hal ini diatur melalui Peraturan Pendidikan Usia Dini tahun 2008 terhitung sejak 1 Desember 2008. Rumah yang dijadikan tempat penyelenggaraan pelayanan dan perawatan pendidikan usia dini harus memenuhi syarat yaitu dipimpin oleh guru yang bertanggung jawab dan memenuhi standar dalam bidang kurikulum, tempat dan fasilitas, kesehatan dan keselamatan, kualifikasi, ukuran layanan, dll.
4.      Hospital Based ECE Services ( Layanan ECE/PAUD berbasis rumah sakit)
Merupakan pelayanan dan perawatan pendidikan usia dini yang diperuntukkan hanya bagi pasien anak-anak dari sebuah rumah sakit. Sedangkan jika suatu rumah sakit mengadakan pelayanan pendidikan bagi keluarga/anak pasien atau keluarga/anak dari staff rumah sakit, itu tidak dikatakan sebagai Hospital Based ECE Services, tetapi itu termasuk centre Based ECE Services. 
5.      Playgroup (Kelompok Bermain)
Merupakan kelompok yang memfasilitasi kelompok orang tua yang bertemu secara teratur dengan anak-anak mereka untuk memfasilitasi bermain, termasuk Puna Kohungahunga (kelompok bermain dari kepulauan pasifik dengan komunitas bahasanya).  Hal ini diatur  dengan  Peraturan 2008 sejak tanggal 1 Desember 2008, dan kriteria sertifikasi untuk kelompok bermain pada tahun 2008 mulai berlaku. Untuk mendapat dukungan dan menerima dana dari Departemen harus memiliki sertifikat dan standar pendidikan dan perawatan kelompok bermain, kelompok bermain juga dinilai oleh staf Departemen Pendidikan.