Rabu, 19 September 2012

DESAIN KURIKULUM

Desain kurikulum menurut Sukmadinata (dalam Arifin, 2012:3) adalah pola pengorganisasian unsur-unsur atau komponen kurikulum. Penyusunan desain kurikulum dapat dilihat dari dua dimensi, yaitu:
1.      Dimensi horisontal, berkenaan dengan penyusunan lingkup isi kurikulum.
2.      Dimensi vertikal, menyangkut penyusunan sekuens bahan berdasarkan urutan tingkat kesukarannya.
POLA-POLA DISAIN KURIKULUM :
1.    Subject Centered Design
a.       Berkembang dari konsep pendidikan klasik yang menekankan pengetahuan,  nilai-nilai dan warisan budaya masa lalu
b.      Kurikulum dipusatkan pada isi atau materi yang akan diajarkan
c.       Tersusun atas sejumlah mata pelajaran
d.      Diajarkan secara terpisah-pisah
Kekuatan :
a.       Mudah disusun, dilaksanakan, dievaluasi, dan disempurnakan
b.      Pengajarnya tidak perlu dipersiapkan secara khusus
Kelemahan :
a.       Peran peserta didik pasif
b.      Pengajaran menitikberatkan pada pegetahuan
c.       Pengajarannya yang terpisah-pisah bertentangan dengan kenyataan bahwa pengetahuan merupakan kesatuan
2. Learnered centered design
a.       Sebagai reaksi dan penyempurnaan terhadap kelemahan subject centered design
b.      Menempatkan siswa pada kedudukan utama
c.       Bersumber dari pemikiran Rousseau tentang pendidikan alam
d.      Organisasi kurikulum didasarkan minat, kebutuhan, dan tujuan peserta didik
Kekuatan :
a.       Motivasi belajar bersifat intrinsik
b.      Pengajaran memperhatikan perbedaan individual
c.       Kegiatan pemecahan masalah merupakan bekal untuk menghadapi kehidupan di luar sekolah
Kelemahan :
a.       Penekanan pada minat belum tentu cocok untuk menghadapi kenyataan riil
b.      Dasar penyusunan struktur kurikulum tidak jelas karena kurikulum hanya menekankan minat siswa
c.       Lemah dalam kontinuitas dan sekuens bahan
d.      Tidak dapat diimplementasikan oleh guru biasa, harus guru khusus
3. Problem centered design
a.       Berpangkal pada manusia dalam kesatuan kelompok yaitu kesejahteraan masyarakat
b.      Berangkat dari pemikiran bahwa manusia sebagai mahluk sosial selalu hidup bersama
c.       Isi kurikulum berupa masalah-masalah sosial
d.      Menekankan baik pada isi maupun perkembangan peserta didik

SUMBER
Arifin. (2012). Macam-Macam Desain Kurikulum. http://arifin-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/01/macam-macam-desain-kurikulum.html#.UFjcVsxiivQ. Diakses tanggal 18 September 2012.
Mega, I. (2011). Desain Kurikulum. http://blog.um.ac.id/intanmega/2011/12/12/desain-kurikulum/. Diakses tanggal 18 September 2012.

Jumat, 06 Juli 2012

Pengumuman SNMPTN 2012


SEMARANG, KOMPAS.com - Koordinator Wilayah II Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri Sudijono Sastroatmodjo mengatakan, pengumuman hasil SNMPTN jalur tulis dimajukan pada Jumat (6/7/2012).
"Rencana semula, pengumuman dilakukan pada 7 Juli 2012. Namun, karena seluruh prosesnya sudah selesai. Daripada ditunda-tunda maka diajukan pada 6 Juli 2012 pukul 19.00 WIB," kata Sudijono di Semarang, Kamis (5/7/2012).
Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu mengaku baru saja mengikuti rapat evaluasi pelaksanaan SNMPTN 2012 di Jakarta, salah satunya menyepakati pengumuman SNMPTN dimajukan dari jadwal semula. Meski demikian, jadwal pengumuman di website SNMPTN masih tercantum pengumuman pada Sabtu (7/7/2012) pukul 19.00.
Menurut Sudijono, pengumuman hasil SNMPTN tulis bisa dilakukan lebih awal karena proses penilaian SNMPTN tulis ternyata selesai lebih cepat dari rencana sehingga calon mahasiswa bisa segera mengetahui hasilnya. "Karena prosesnya memang sudah selesai dan final, kenapa harus menunggu? Alasannya ya itu saja. Tentunya, lebih cepat akan lebih baik, apalagi semua prosesnya memang sudah selesai," ujarnya.
Berkaitan dengan pengumuman SNMPTN tulis, ia mengimbau para pendaftar yang dinyatakan tidak lolos tidak perlu berkecil hati. Masih ada kesempatan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur mandiri.
Sudijono mengatakan, tahun ini Unnes menjaring mahasiswa baru melalui tiga jalur masuk, yakni SNMPTN jalur undangan maupun tulis serta jalur mandiri yang disebut Seleksi Penerimaan Mahasiswa Unnes (SPMU). "Karena itu, bagi mereka yang tidak lolos SNMPTN undangan dan tulis, jangan patah semangat, masih ada kesempatan lewat SPMU. Di PTN-PTN lain juga membuka jalur mandiri sehingga masih terbuka kesempatan," katanya.
Demikian pula bagi mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi, kata Sudijono, tersedia 1.500 beasiswa Bidik Misi di Unnes yang dibagikan lewat tiga jalur masuk, yakni SNMPTN undangan, SNMPTN tulis, dan jalur mandiri.
Ketua Panitia Lokal 42 SNMPTN Semarang Hertanto Wahyu Subagyo juga membenarkan bahwa pengumuman hasil SNMPTN tulis dimajukan pada 6 Juli 2012 dari jadwal semula yang direncanakan pada 7 Juli 2012. "Proses penilaian memang sudah selesai dilakukan, tidak ada masalah apa pun. Semua berlangsung lebih cepat sehingga hasilnya bisa diketahui lebih cepat," kata Pembantu Rektor I Universitas Diponegoro Semarang itu.

Situs resminya bisa dibuka di sini http://snmptn.ac.id

Kamis, 14 Juni 2012

ANALISIS INSTRUKSIONAL


Pengertian Analisis Instruksional
       Analisis intruksional adalah sebagai tahapan proses yang merupakan keseluruhan dari pemaparan bagaimana perancang (desainer) menentukan komponen utama dari tujuan instruksional melalui kegunaan analisis tujuan (goal analysis), dan bagaimana setiap langkah dalam tujuan tersebut dapat dianalisis untuk mengidentifikasi keterampilan subordinate atau keterampilan prasyarat. (Dick and Carey 2005) dalam (zuhairi-stain.blogspot.com).
       Analisis instruksional sebagai perangkat (satu set) prosedur yang ketika dipublikasikan ketujuan instruksional, menghasilkan pengindentifikasian langkah-langkah yang sesuai untuk melaksanakan tujuan dan keterampilan subordinate bagi sibelajar dalam rangka mencapai tujuan. (Dick and Carey 2005). Analisis instruksional adalah suatu alat yang dipakai oleh para penyusu­n disain instruksional atau guru untuk membantu mereka di dalam mengidentifikasi setiap tugas pokok yang harus dikuasai/dilaksanaan oleh siswa dan sub tugas atau tugas dasar yang membantu siswa dalam menyelesaikan tugas pokok (Esseff, P.J.)
       Suparman (1997) lebih cenderung mengartikan analisis instruksional sebagai proses yang menjabarkan perilaku umum menjadi perilaku khusus yang tersusun secara logis dan sistematis. Kegiatan penjabaran tersebut dimaksudkan untuk mengidentifikasi perilaku-perilaku khusus yang dapat menggambarkan perilaku umum secara terperinci. Yang dimaksud perilaku khusus tersusun secara logis dan sistematis adalah tahapan apa yang seharusnya dilakukan terlebih dahuluditinjau dari berbagai alas an seperti karena kedudukannya sebagai perilaku prasyarat, prilaku yang menurut urutan fisik berlangsung lebih dahulu, perilaku yang menurut proses psikologi muncul lebih dahulu atau kronologis terjadi lebih awal.

Kegunaan Analisis Instruksional
Dengan memperhatikan uraian tersebut di atas, dapat dikemukakan kegunaan analisis instruksional sebagai berikut: 

Rabu, 06 Juni 2012

PERBANDINGAN PENDIDIKAN PERANCIS DAN INDONESIA

1. Jenjang Pendidikan Perancis
Tujuan utama pendidikan Perancis pada mulanya adalah untuk meningkatkan nasionalisme. Upaya peningkatan nasionalisme ini dilakukan melalui sekolah dengan mempromosikan buku-buku teks yang seragam isinya antara lain menekankan perlunya melanjutkan negara Perancis yang sudah ada semenjak rezim lama (kerajaan) dan pembentukan sistem baru bersifat sentralistis yang ketat. Hampir seluruh sistem pendidikan formal di Perancis dilaksanakan secara tersentralisasi yang ketat dan dikontrol oleh Kementerian Pendidikan. Jenjang pendidikan di negara Perancis terdiri atas tiga jenjang, yaitu:
1.Pendidikan Dasar (pra-sekolah dan sekolah rendah).
2.Pendidikan Menengah.
3. Pendidikan Tinggi (Tadjab, 1994:99)
Kurikulum Berdasarkan Jenjang Pendidikan di Perancis
Pendidikan Dasar di Perancis