Rabu, 17 Oktober 2012

HIPOTESIS


1.    DEFINISI HIPOTESIS
Istilah hipotesis berasal dari bahasa yunani yang mempunyai dua kata yaitu “Hupo” (sementara) dan “thesis” (peryataan atau teori). Karena hipotesis merupakan pernyataan sementara yang masih lemah kebenarannya, maka perlu diuji kebenarannya. Kemudian para ahli menafsirkan arti hipotesis adalah sebagai dugaan terhadap hubungan antar variabel atau lebih (Kerlinger, 1973: 18) dalam Riduwan (2006: 162).
Dalam Satistika terdapat dua bentuk hipotesis penelitian antara lain, hipotesis kerja (Ha) dan Hipotesis nol (Ho). Hipotesis penelitian adalah hipotesis kerja (Hipotesis alternatif) yaitu hipotesis yang dirumuskan untuk menjawab permasalahan dengan menggunakan teori teori yang ada hubungannya yang relevan dengan masalah penelitian dan belum berdasarkan fakta serta dukungan data yang nyata di lapangan. Dalam perhitungan statistik yang diuji adalah hipotesis nol (Ho), jadi hipotesis nol adalah pernyataan tidak adanya hubungan, pengaruh, atau perbedaan antar variabel.
2.    CIRI-CIRI HIPOTESIS
Karakteristik Hipotesis yang Baik Sebuah hipotesis atau dugaan sementara yang baik hendaknya mengandung beberapa hal. Hal – hal tersebut diantaranya :
a.    Hipotesis harus mempunyai daya penjelas
b.    Hipotesis harus menyatakan hubungan yang diharapkan ada di antara variabel-variabel
c.    Hipotesis harus dapat diuji
d.   Hipotesis hendaknya konsistesis dengan pengetahuan yang sudah ada.
e.    Hipotesis hendaknya dinyatakan sesederhana dan seringkas mungkin.

Berikut ini beberapa penjelasan mengenai Hipotesis yang baik :
- Hipotesis harus menduga Hubungan diantara beberapa variabel

PERUBAHAN KURIKULUM

            Suatu kurikulum disebut mengalami perubahan bila terdapat adanya perbedaan dalam satu atau lebih komponen kurikulum antara dua periode tertentu, yang disebabkan oleh adanya usaha yang disengaja (Rawani dalam soetopo dan soemanto 1991: 38). Sedangkan menurut nasution (2009:252), perubahan kurikulum mengenai tujuan maupun alat-alat atau cara-cara untuk mencapai tujuan itu. Mengubah kurikulum sering berarti turut mengubah manusia, yaitu guru, pembina pendidikan, dan mereka-mereka yang mengasuh pendidikan. Itu sebab perubahan kurikulum dianggap sebagai perubahan sosial, curriculum change is social change. Perubahan kurikulum juga disebut pembaharuan atau inovasi kurikulum. Mengenai makna perubahan kurikulum, bila kita bicara tentang perubahan kurikulum, kita dapat bertanya dalam arti apa kurikulum digunakan. 

Dalam perubahan kurikulum terdapat 2 jenis perubahan (Rawani dalam Soetopo dan Soemanto 1991:39-40), yaitu: 
1. Perubahan sebagian-sebagian Perubahan yang terjadi hanya pada komponen (unsur) tentu saja dari kurikulum kita sebut perubahan yang sebagian-sebagian. Perubahan dalam metode mengajar saja, perubahan dalam itu saja, atau perubahan dalam sistem penilaian saja, adalah merupakan contoh dari perubahan sebagian-sebagian. Dalam perubahan sebagian-sebagian ini, dapat terjadi bahwa perubahan yang berlangsung pada komponen tertentu sama sekali tidak berpengaruh terhadap komponen yang lain. Sebagai contoh, penambahan satu atau lebih bidang studi kedalam suatu kurikulum dapat saja terjadi tanpa membawa perubahan dalam cara (metode) mengajar atau sistem penilaian dalam kurikulum tersebut. 
2. Perubahan menyeluruh Disamping secara sebagian-sebagian, perubahan suatu kurikulum dapat saja terjadi secara menyeluruh, artinya keseluruhan sistem dari kurikulum tersebut mengalami perubahan mana tergambar baik didalam tujuannya, isinya organisasi dan strategi dan pelaksanaannya. Perubahan dari kurikulum1968 menjadi kurikulum 1975 dan 1976 lebih merupakan perubahan kurikulum secara menyeluruh. Demikian pula kegiatan pengembangan kurikulum sekolah pembangunan mencerminkan pula usaha perubahan kurikulum yang bersifat menyeluruh. Kurikulum 1975 dan 1976 misalnya, pengembangan, tujuan, isi, organisasi dan strategi pelaksanaan yang baru dan dalam banyak hal berbeda dari kurikulum sebelumnya. 
Perubahan itu dapat berupa: 

Kamis, 11 Oktober 2012

MELINDUNGI MATA DARI KERUSAKAN AKIBAT LAYAR KOMPUTER


Hampir semua pekerja kantoran kini menatap layar komputer dalam waktu yang lama setiap hari. Tak ada yang salah dengan hal tersebut asal mata tetap dijaga kesehatannya. Jika tidak, bisa terjadi beberapa gangguan mata yang akan membuat Anda menyesal. Perhatikan poin-poin berikut ini untuk melindungi mata dari efek negatif akibat terlalu lama bekerja di depan layar komputer.

Atur posisi
Posisi yang baik

Rabu, 10 Oktober 2012

JENIS-JENIS KURIKULUM

Jika dilihat dari sudut guru sebagai pengembang kurikulum dikenal jenis-jenis kurikulum sebagai berikut: 
 Open curriculum (kurikulum terbuka), artinya kurikulum = guru. Guru memiliki kebebasan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan keinginan dan kemampuannya. 
 Close curriculum (kurikulum tertutup), artinya kurikulum sudah ditentukan secara pasti mulai tujuan,materi, metode dan evaluasinya, sehingga guru tinggal melaksanakan apa adanya. 
 Guide curriculum (kurikulum terbimbing), artinya kurikulum setengah terbuka, setengah tertutup. Rambu-rambu pengajar telah ditentukan dalam kurikulum, akan tetapi guru masih diberi kemungkinan untuk mengembangkan lebih lanjut dalam kelas. 

Sedangkan Nasution mengatakan bahwa jenis-jenis kurikulum ada 3 (tiga), yaitu: 
1. Separated subject curriculum 
Kurikulum ini dikatakan demikian karena data-data pelajaran disajikan pada peserta didik dalam bentuk subjek atau mata pelajaran yang terpisah satu dengan yang lainnya. Subject atau mata pelajaran ialah hasil penglaman umat manusia sepanjang masa, atau kebudayaan dan pengetahuan yang dikumpulkan oleh manusia sejak dahulu, lalu disusun secara logis dan sistematis, disederhanakan dan disajikan kepada anak didik sesuai dengan usianya masing-masing. Kurikulum ini dengan tegas memisahkan antara satu mata pelajaran dengan yang lainnya, umpamanya mata pelajaran teori listrik tidak ada sangkut pautnya dengan pengetahuan alat perkakas atau yang lainnya. Satu dengan yang lainnya terpisah-pisah secara tegas, demikian pula dalam menyajikannya kepada peserta didik. 

Kelebihan kurikulum jenis ini adalah sebagai berikut.

Rabu, 19 September 2012

DESAIN KURIKULUM

Desain kurikulum menurut Sukmadinata (dalam Arifin, 2012:3) adalah pola pengorganisasian unsur-unsur atau komponen kurikulum. Penyusunan desain kurikulum dapat dilihat dari dua dimensi, yaitu:
1.      Dimensi horisontal, berkenaan dengan penyusunan lingkup isi kurikulum.
2.      Dimensi vertikal, menyangkut penyusunan sekuens bahan berdasarkan urutan tingkat kesukarannya.
POLA-POLA DISAIN KURIKULUM :
1.    Subject Centered Design
a.       Berkembang dari konsep pendidikan klasik yang menekankan pengetahuan,  nilai-nilai dan warisan budaya masa lalu
b.      Kurikulum dipusatkan pada isi atau materi yang akan diajarkan
c.       Tersusun atas sejumlah mata pelajaran
d.      Diajarkan secara terpisah-pisah
Kekuatan :
a.       Mudah disusun, dilaksanakan, dievaluasi, dan disempurnakan
b.      Pengajarnya tidak perlu dipersiapkan secara khusus
Kelemahan :
a.       Peran peserta didik pasif
b.      Pengajaran menitikberatkan pada pegetahuan
c.       Pengajarannya yang terpisah-pisah bertentangan dengan kenyataan bahwa pengetahuan merupakan kesatuan
2. Learnered centered design
a.       Sebagai reaksi dan penyempurnaan terhadap kelemahan subject centered design
b.      Menempatkan siswa pada kedudukan utama
c.       Bersumber dari pemikiran Rousseau tentang pendidikan alam
d.      Organisasi kurikulum didasarkan minat, kebutuhan, dan tujuan peserta didik
Kekuatan :
a.       Motivasi belajar bersifat intrinsik
b.      Pengajaran memperhatikan perbedaan individual
c.       Kegiatan pemecahan masalah merupakan bekal untuk menghadapi kehidupan di luar sekolah
Kelemahan :
a.       Penekanan pada minat belum tentu cocok untuk menghadapi kenyataan riil
b.      Dasar penyusunan struktur kurikulum tidak jelas karena kurikulum hanya menekankan minat siswa
c.       Lemah dalam kontinuitas dan sekuens bahan
d.      Tidak dapat diimplementasikan oleh guru biasa, harus guru khusus
3. Problem centered design
a.       Berpangkal pada manusia dalam kesatuan kelompok yaitu kesejahteraan masyarakat
b.      Berangkat dari pemikiran bahwa manusia sebagai mahluk sosial selalu hidup bersama
c.       Isi kurikulum berupa masalah-masalah sosial
d.      Menekankan baik pada isi maupun perkembangan peserta didik

SUMBER
Arifin. (2012). Macam-Macam Desain Kurikulum. http://arifin-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/01/macam-macam-desain-kurikulum.html#.UFjcVsxiivQ. Diakses tanggal 18 September 2012.
Mega, I. (2011). Desain Kurikulum. http://blog.um.ac.id/intanmega/2011/12/12/desain-kurikulum/. Diakses tanggal 18 September 2012.