Rabu, 10 Oktober 2012

JENIS-JENIS KURIKULUM

Jika dilihat dari sudut guru sebagai pengembang kurikulum dikenal jenis-jenis kurikulum sebagai berikut: 
 Open curriculum (kurikulum terbuka), artinya kurikulum = guru. Guru memiliki kebebasan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan keinginan dan kemampuannya. 
 Close curriculum (kurikulum tertutup), artinya kurikulum sudah ditentukan secara pasti mulai tujuan,materi, metode dan evaluasinya, sehingga guru tinggal melaksanakan apa adanya. 
 Guide curriculum (kurikulum terbimbing), artinya kurikulum setengah terbuka, setengah tertutup. Rambu-rambu pengajar telah ditentukan dalam kurikulum, akan tetapi guru masih diberi kemungkinan untuk mengembangkan lebih lanjut dalam kelas. 

Sedangkan Nasution mengatakan bahwa jenis-jenis kurikulum ada 3 (tiga), yaitu: 
1. Separated subject curriculum 
Kurikulum ini dikatakan demikian karena data-data pelajaran disajikan pada peserta didik dalam bentuk subjek atau mata pelajaran yang terpisah satu dengan yang lainnya. Subject atau mata pelajaran ialah hasil penglaman umat manusia sepanjang masa, atau kebudayaan dan pengetahuan yang dikumpulkan oleh manusia sejak dahulu, lalu disusun secara logis dan sistematis, disederhanakan dan disajikan kepada anak didik sesuai dengan usianya masing-masing. Kurikulum ini dengan tegas memisahkan antara satu mata pelajaran dengan yang lainnya, umpamanya mata pelajaran teori listrik tidak ada sangkut pautnya dengan pengetahuan alat perkakas atau yang lainnya. Satu dengan yang lainnya terpisah-pisah secara tegas, demikian pula dalam menyajikannya kepada peserta didik. 

Kelebihan kurikulum jenis ini adalah sebagai berikut.
o Bahan pelajaran dapat disajikan secara logis dan sistematis. Hal itu disebabkan tiap bahan telah disusun dan diuraikan secara logis dan sistematis dengan mengikuti urutan yang tepat yaitu dari yang mudah ke yang sukar, dari yang sederhana ke yang kompleks. 
o Sederhana, mudah direncanakan dan dilaksanakan. Adanya kesederhanaan itu sangat diperlukan karena hal itu jelas akan menghemat tenaga sehingga menguntungkan baik dari pihak pengembang kurikulum itu sendiri maupun guru atau satuan pendidikan untuk melaksanakannya. 
o Mudah dinilai untuk mendapatkan data-data yang diperlukan untuk dilakukan perubahan seperlunya. Karena kurikulum ini terutama bertujuan untuk menyampaikan sejumlah pengetahuan maka hal itu dapat dengan mudah diketahui hasilnya yaitu dengan melakukan pengukuran yang berupa tes. Jika telah dirasa terdapat hal-hal yang tidak lagi sesuai dengan tuntutan zaman dan kebutuhan masyarakat baik hal itu menyangkut seluruh komponen maupun sebagian saja hal itupun akan dengan mudah diadakan perubahan penyesuaian seperti yang diharapkan. 
o Dipakai di Perguruan Tinggi 
o Sudah menjadi tradisi 
o Memudahkan guru sebagai pelaksana kurikulum karena disamping bahan pelajaran memang sudah disusun secara terurai dan sistematis, mereka umumnya juga dididik dan dipersiapkan untuk melaksanakan kurikulum yang bersifat demikian. Guru hanya mengajar bahan-bahan pelajaran tertentu sesuai dengan bidang studinya dari waktu ke waktu. Guru yang memegang mata pelajaran yang sama secara terus menerus biasanya akan semakin menguasasi bahan pelajaran itu dan semakin banyak pula pengalamannya. 
o Mudah diubah 

Kekurangan-kekurangan kurikulum ini adalah. 
o Memberikan mata pelajaran yang lepas-lepas, satu dengan yang lain tidak ada saling hubungan. Hal itu memungkinkan terjadinya pemerolehan pengalaman secara lepas-lepas tidak sesuai dengan kenyataan. 
o Kurikulum bentuk ini kurang memperhatikan masalah-masalah yang dihadapi anak secara faktual dalam kehidupan mereka sehari-hari. Kurikulum ini hanya sering mengutamakan penyampaian sejumlah pengetahuan yang kadang-kadang tidak ada relevansinya dengan kebutuhan kehidupan. 
o Tujuan kurikulum bentuk ini sangat terbatas karena hanya menekankan pada perkembangan intelektual dan kurang memperhatikan faktor-faktor yang lain seperti perkembangan emosional dan sosial. 
o Menyampaikan pengalaman umat manusia yang lampaui 
o Kurang mengembangkan kemampuan berfikir 
o Statis dan ketinggalan zaman 

2. Corelated curriculum 
Mata pelajaran dalam kurikulum ini harus dihubungkan dan disusun sedemikian rupa sehingga yang satu memperkuat yang lain, yang satu melengkapi yang lain. Jadi di sini mata pelajaran itu dihubungkan antara satu dengan yang lainnya sehingga tidak berdiri sendiri-sendiri. Untuk memadukan antara pelajaran yang satu dengan yang lainnya, ditempuh dengan cara-cara korelasi. 

Korelasi tersebut antara lain:
a) Korelasi okasional atau insidental, yaitu korelasi yang diadakan sewaktu-waktu bila ada hubungannya 
b) Korelasi etis, yaitu yang bertujuan mendidik budi pekerti sebagai pusat pelajaran diambil pendidikan agama atau budi pekerti. 
c) Korelasi sistematis, yaitu yang mana korelasi ini disusun oleh guru sendiri. d) Korelasi informal, yang mana kurikulum ini dapat berjalan dengan cara antara beberapa guru saling bekerja sama, saling meminta untuk mengkorelasikan antara mata pelajaran yang dipegang guru A dengan mata pelajaran yang dipegang oleh guru B. 
d) Korelasi formal, yaitu kurikulum ini sebenarnya telah direncanakan oleh guru atau tim secara bersama-sama. 
e) Korelasi meluas (broad field), di mana korelasi ini sebenarnya merupakan fungsi dari beberapa bidang studi yang memiliki ciri khas yang sama dipadukan menjadi satu bidang studi. 

Korelasi ada 3 macam 
 Korelasi secara insidental 
 Hubungan yang lebih erat, satu pokok bahasan dilihat dari berbagai sudut mata pelajaran 
 Mata-mata pelajaran yang difusikan/disatukan, dengan menghilang-kan batas-masing-masing. Misalnya IPS, IPA, Matematika, Kesenian (Broad field curriculum) 

Kelebihan-kelebihan kurikulum ini adalah sebagai berikut. 
o Adanya korelasi antara berbagai mata pelajaran dapat menopang kebulatan pengalaman dan pengetahuan peserta didik berhubung mereka menerimanya tidak secara terpisah-pisah. 
o Adanya korelasi antara berbagai mata pelajaran memungkinkan peserta didik untuk menerapkan pengetahuan dan pengalamannya secara fungsional. Hal itu disebabkan mereka dapat memanfaatkan pengetahuan dari berbagai mata pelajaran untuk memecahkan berbagai persoalan yang dihadapinya. 
o Minat peserta didik bertambah 
o Pemahaman peserta didik tentang sesuatu lebih mendalam dan luas 
o Memungkinkan murid-murid menggunakan pengetahuannya lebih fungsional 

Kekurangan-kekurangan kurikulum ini adalah sebagai berikut. 
o Kurikulum bentuk ini pada hakekatnya masih bersifat subject centered dan belum memilih bahan yang langsung dengan minat dan kebutuhan peserta didik serta masalah-masalah kehidupan sehari-hari. Penggabungan beberapa mata pelajaran menjadi satu kesatuan dengan lingkup yang lebih luas tidak memberikan pengetahuan yang sistematis dan mendalam. 
o Pembicaraan tentang berbagai pokok masalah bagaimanapun juga tetap tidak padu, karena pada dasarnya masing-masing merupakan subject yang berbeda. Rasanya hampir tak mungkin mempergunakan waktu yang hanya sedikit itu untuk memberikan berbagai pokok masalah yang sebenarnya berasal dari beberapa mata pelajaran yang berbeda 

3. Integrated kurikulum 
Dalam integrated curiculum meniadakan batas-batas antara berbagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan sehingga diharapkan akan membentuk anak-anak menjadi pribadi yang terintegrated. 

Kelebihan-kelebihan kurikulum ini adalah sebagai berikut. 
o Segala hal yang dipelajari dalam kurikulum unit bertalian erat satu dengan yang lain. Peserta didik tidak hanya mempelajari fakta-fakta yang lepas-lepas dan kurang fungsional untuk memecahkan persoalan yang dihadapi. 
o Kurikulum ini sesuai dengan teori baru tentang belajar yang mendasarkan berbagai kegiatan pada pengalaman, kesanggupan, kematangan dan minat peserta didik. Anak dilibatkan secara aktif untuk berpikir dan berbuat serta bertanggung jawab baik secara individual maupun kelompok. 
o Dengan kurikulum ini lebih dimungkinkan adanya hubungan yang erat antara sekolah dan masyarakat, karena masyarakat dapat dijadikan laboratorium tempat peserta didik melakukan kegiatan praktek. o Menerobos batas-batas mata pelajaran 
o Didasarkan atas kebutuhan dan minat anak 
o Life centered 
o Perlu waktu panjang 
o Anak-anak dihadapkan pada situasi-situasi yang mengandung problema 
o Dengan sengaja memajukan perkembangan sosial pada anak-anak 
o Direncanakan bersama oleh guru dan murid 

Kelemahan-kelemahan kurikulum ini adalah sebagai berikut. 
o Guru-guru tidak disiapkan untuk menjalankan kurikulum seperti ini 
o Dia Kurikulum ini tidak mempuyai organisasi yang logis dan sistematis, karena bahan pelajaran tidak ditentukan lebih dulu oleh guru atau lembaga melainkan harus dirancang bersama-sama dengan murid. 
o Para guru tidak dipersiapkan untuk menjalankan kurikulum bentuk unit, maka jika mereka disuruh melaksanakan kurikulum itu kiranya sangat memberatkan. Para guru pada umumnya dihasilkan dan dipersiapkan untuk menjalankan kurikulum yang bersifat subject matter atau correlated saja. 
o Pelaksanaan kurikulum bentuk ini juga amat repot. Hal itu disebabkan karena masih kurangnya berbagai peralatan dan sarana serta prasarana yang dibutuhkan agar berbeda dengan sekolah-sekolah biasa. 
o Dengan kurikulum bentuk unit ini tidak dapat dimungkinkan adanya ujian umum karena permasalahan yang dihadapi di tiap sekolah tidak sama dan selalu berubah tiap tahun. Di samping itu sulit mengukur kemampuan peserta didik berhubung standarnya sendiri cukup abstrak dan tidak ajeg 
o Dianggap tidak mempunyai sistem organisasi yang logis – sistematis 
o Memberatkan tugas guru 
o Tidak memungkinkan ujian umum 
o Alat-alat sangat kurang 

Sumber: 
Nasution, S. (2008). Asas-Asas Kurikulum. Jakarta: Bumi Aksara. 
Sukmadinata, N. S. (2012). Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar